Desa Baran Mundu,
satu desa kecil di pesisir jawa tengah kota Wonogiri yang terletak di daerah
pegunungan dengan jarak ±50 km dari Kota wonogiri menuju baran mundu dengan
jalan setapak yang penuh lika liku menuju desa tersebut, menurut sejarah yang
saya peroleh dari sesepuh desa tersebut dulunya desa baran mundu merupakan
tempat peristirahatan Jenderal Sudirman
pada masa itu, orang-orang disana umumnya bercocok tanam dan peternak sapi,
ketika musim penghujan datang mereka bercocok tanam karena sebagian lahan
disana adalah persawahan dengan lahan seadanya dikarenakan umumnya lahan di
desa itu adalah milik pemerintah alias perhutani. Nah saking kecilnya desa itu listrik pun belum ada pada
masa itu di desa baran mundu, menurut penduduk setempat listrik baru masuk di
tahun 1997 itu pun bisa masuk dikarenakan sumbangsih anak-anak mereka yang
mengadu nasib dikota. Sebagian besar anak-anak desa baran mundu adalah perantu
nah merekalah yang membuat listrik masuk kedesa tersebut, sebagian dari hasil
jerih payah mereka disisihkan untuk mensuport dana untuk pembangunan listrik
tersebut sehingga desa tersebut menjadi terang dan anak cucu mereka pun bias
menikmati acara-acara di televise mau pun radio.
Dulunya sebelum ada listrik disana anak-anak desa tersebut belajar dengan penerangan seadanya alias lampu teplok, mereka tidak mau menyerah alias sangat giat belajar dikarenakan para orang tua disana, anak-anak merekalah yang menjadi haran mereka kelak, nah dikemudian hari ketika mereka beranjak lulus sekolah mereka mencoba mengadu nasib di kota-kota besar di Indonesia baik di luar yang membuat saya bangga adalah mereka sangat kompak dalam segala hal, satu contoh cerita : orang-orang yang sudah mengadu nasib di kota mereka tidak lupa akan teman-teman mereka yang masih pengangguran di desa tersebut, mereka saling membantu mencari informasi pekerjaan buat mereka hingga saat ini pun masih terlaksana tradisi seperti itu. Saat ini boleh dikatakan hampir semua anak-anak perantau dari desa baran mundu boleh dikatakan sudah berhasil artinya mereka sudah mampu membagun desa mereka dengan jerih payah mereka tampa bantuan dari pemerintah, mereka membagun jalan yang lebih baik kedesa itu sehingga penduduk desalain pun bisa menikmati jalan tersebut, bahkan penduduk desa lain yang berdekatan dengan desa baran mundu pun mereka bangga dengan melihat desa baran mundu dikarenakan mereka mampu membagun desa mereka yang sangat sederhana itu. Harapan dan Doa para orang tua disana anak-anak mereka yang mengadu nasib di kota, mereka lebih baik lagi, mendidik anak-anak mereka bagi yang sudah berkeluarga agar kelak menjadi orang yang mengharumkan Nama Bangsa Indonesia di kemudian hari dan tidak lupa akan Desa asal orang tua mereka di lahirkan dan bersatu padu seperti nama yang mereka buat yaitu pkkbm Baran Mundu.Jayalah Desaku tercinta engkau selalu ada dihati dan akan kukenang sepanjang masa dan tidak akan melupakanmu dan akan aku ingatkan kepada anak cucuku kelak karena disanalah aku dilahirkan dan di besarkan oleh orang tuaku tercinta.
Dulunya sebelum ada listrik disana anak-anak desa tersebut belajar dengan penerangan seadanya alias lampu teplok, mereka tidak mau menyerah alias sangat giat belajar dikarenakan para orang tua disana, anak-anak merekalah yang menjadi haran mereka kelak, nah dikemudian hari ketika mereka beranjak lulus sekolah mereka mencoba mengadu nasib di kota-kota besar di Indonesia baik di luar yang membuat saya bangga adalah mereka sangat kompak dalam segala hal, satu contoh cerita : orang-orang yang sudah mengadu nasib di kota mereka tidak lupa akan teman-teman mereka yang masih pengangguran di desa tersebut, mereka saling membantu mencari informasi pekerjaan buat mereka hingga saat ini pun masih terlaksana tradisi seperti itu. Saat ini boleh dikatakan hampir semua anak-anak perantau dari desa baran mundu boleh dikatakan sudah berhasil artinya mereka sudah mampu membagun desa mereka dengan jerih payah mereka tampa bantuan dari pemerintah, mereka membagun jalan yang lebih baik kedesa itu sehingga penduduk desalain pun bisa menikmati jalan tersebut, bahkan penduduk desa lain yang berdekatan dengan desa baran mundu pun mereka bangga dengan melihat desa baran mundu dikarenakan mereka mampu membagun desa mereka yang sangat sederhana itu. Harapan dan Doa para orang tua disana anak-anak mereka yang mengadu nasib di kota, mereka lebih baik lagi, mendidik anak-anak mereka bagi yang sudah berkeluarga agar kelak menjadi orang yang mengharumkan Nama Bangsa Indonesia di kemudian hari dan tidak lupa akan Desa asal orang tua mereka di lahirkan dan bersatu padu seperti nama yang mereka buat yaitu pkkbm Baran Mundu.Jayalah Desaku tercinta engkau selalu ada dihati dan akan kukenang sepanjang masa dan tidak akan melupakanmu dan akan aku ingatkan kepada anak cucuku kelak karena disanalah aku dilahirkan dan di besarkan oleh orang tuaku tercinta.

2 comments:
Silahkan kirimkan kritik saudara, agar saya bisa mengoreksi kekurangan atau kesalhan dari penulisan berita ini, Terimakasih...
Hehehe.. itu 50km yaa mas bkn 50kg. :)
Post a Comment